Serangan Israel ke Palestina : sebuah pelanggaran keras perdamaian dunia

Di saat umat Islam merayakan hari tahun baru Islam 1430 Hijriyah, Israel menyerang wilayah Gaza di Palestina. Israel menilai telah menyerang 230 titik yang dijadikan target sasaran mereka dalam serangan yang menewaskan kurang lebih 200 orang warga Palestina tersebut (sumber dari acara berita sebuah televisi swasta Indonesia ). Bahkan peristiwa ini menjadi serangan Israel yang terbesar sejak pertikaian bertahun-tahun silam di jalur Gaza yang menjadi area perbatasan Palestina-Israel. Mereka (Israel, -Red) sepertinya bangga atas serangan itu, di berbagai media mereka beritakan sebuah pernyataan yang sungguh menyakitkan bangsa Palestina, dan seluruh masyarakat dunia umumnya. Berbagai bom mereka luncurkan ke area-area penduduk tak berdosa, bahkan fasilitas publik yang sangat dibutuhkan masyarakat Pelestina. Laboratorium milik sebuah universitas Islam di Palestina mereka bombardir. Mereka melihat tempat itu sebagai lahan pengembangan senjata militer Hamas (kelompok gerilyawan Palestina). Padahal jelas-jelas tempat yang notabenenya sebagai fasilitas pendidikan untuk kemanusiaan, mereka seakan tak punya hati sampai tega menghancurkannya. Harusnya, tindakan-tindakan brutal tersebut diminimalisir dengan negosiasi yang terencana. Mereka tidak hanya melihat dengan ‘kacamata’ mereka sendiri, tetapi dengan paradigma pihak lain juga. Tindakan kekerasan yang mengatasnamakan teroris apalagi sampai ke masalah-masalah ideologi dan sebagainya, itu tetap saja merupakan suatu tindakan yang bodoh dan tidak manusiawi.

Serangan yang dikecam banyak bangsa di dunia termasuk Indonesia melalui wakil presiden kita, bapak Jusuf Kalla pada acara peringatan tahun baru Islam di Bogor (sumber dari televisi swasta) ini harus kita sikapi dengan bijak. Memang benar apabila teman-teman pelajar dan mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran mengecam Israel turun ke jalan dan berteriak dengan semangat untuk membela saudara-saudara kita di Palestina, tetapi tak hanya sampai disitu. Israel tentu sudah tahu apa resiko yang mereka terima, apa dampak yang terjadi setelah serangan itu, tentu sebuah kecaman yang hebat dari seluruh dunia yang mereka terima. Tapi seakan angin berlalu, kecaman, demo, dan sebagainya hanya mereka jadikan suara-suara tak berbobot yang dapat menjungkalkan tindakan mereka saat ini, bahkan untuk beberapa waktu ke depan. Bangsa Zionis yang bernama Israel itu telah sejak lama diback up oleh Amerika Serikat yang notabenenya sebuah bangsa demokrasi dan penegak perdamaian dunia. AS mengaku sebagai negara adidaya, adikuasa, polisi dunia atau entah apalah mereka sebut diri mereka sendiri, tapi mereka melakukan tidakan-tindakan yang berbalik berlawanan arah. Polisi dunia, tetapi menjadikan simbolnya sebagai polisi yang mempunyai kewenangan untuk mengawal sekutunya yang salah kaprah. Tindakan bodoh juga mereka lakukan saat menginvasi Irak yang mengatasnamakan perdamaian melawan terorisme, karena Irak dicurigai memiliki senjata-senjata biologis yang berbahaya bagi dunia, tetapi bukti pun tidak ada. Yang ada hanyalah hancurnya negara Irak seisinya, yang kemudian terlonta-lonta membangun negaranya tanpa pondasi pemerintahan yang kuat, hanya ketabahan hatilah yang dimiliki untuk membangun kekuatan mereka. Sementara AS dengan enaknya telah menguasai sumber-sumber minyak milik Irak.

Sekali lagi, kekerasan apapun juga yang mengatasnamakan melawan terorisme, melawan kejahatan dunia adalah sesuatu yang sangat salah dan tidak manusiawi. Bukankah perdamaian itu indah. Apalagi di tengah-tengah isu politik yang memanas, di tengah-tengah gencarnya peringatan bahaya ‘global warming’ , ataupun di saat krisis ekonomi dunia (resesi global) akhir-akhir ini, indahnya perdamaian dunia akan menjadi ‘penyejuk’ sesaat yang mampu membangun pondasi kuat peradaban dunia sampai akhir hayat.

yanuar

Tentang ynrmslh

penutur kata . gooner layar kaca . anak muda jogjakarta
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s