Analogi Mistis ?

“kalau dari dulu udah bisa liat penampakan, maka akan seterusnya berpotensi liat lagi. Tapi kalau dari kecil saja tidak pernah, ya emang tidak akan pernah.”

Ungkapan ini disampaikan oleh seorang rekan yang entah lupa kapan dan siapa yang mengutarakannya, haha. Namun, isinya sangat terngiang di pikiran saya sampai detik ini. Nyatanya, saya pun mengalaminya. Sejak kecil saya belum pernah melihat hal-hal gaib dari bentuk fisik yang nampak jelas oleh kedua mata saya. Hal tersebut juga dirasakan salah seorang rekan dekat. Kesamaannya lagi, saya dan rekan saya itu hanya mendengar suara gaib dengan jelas maupun secara semu. Suara genteng seperti ada yang berjalan di atasnya, suara detak kaki berjalan mengitari tenda camping, hingga suara dengan disertai angin membuka jendela kamar lantai atas yang sudah dikunci.

Satu pengalaman nyata ketika saya tidak bisa melihat gaib tersebut ialah ketika jaman SMA, camping di wilayah pegunungan Kulonprogo, atau Jogja bagian barat. Ketika kami berjaga di pinggiran perkemahan, teman saya tiba-tiba mengatakan melihat sesuatu di atas pohon dan mulai mendekat ke arah kami. Hingga beberapa menit dia terus menunjukkan posisi penampakan tersebut, namun tetap saja saya tak melihat apapun. Hingga akhirnya saya pun “terpaksa” menemani dia berlari menuju keramaian. Saya pun masih terheran-heran apa yang dia lihat, haha. Setelah mengenalnya beberapa tahun di sekolah, dia pun bercerita sering mengalami hal-hal mistis di beberapa tempat. Tentu saja ini kembali pada ungkapan di atas. Yap, lagi-lagi terbukti oleh pengalaman nyata seseorang.

Entah ungkapan di atas benar atau tidak, hipotesis mini yang saya alami dan beberapa rekan telah membuktikan diantara kebenarannya. Walaupun demikian, dalam agama saya, hal gaib adalah sesuatu yang memang ada dan hidup berdampingan dengan kita. Namun, tentu saja berada di alam lain dan bisa saja berada dalam halusinasi kita. Saya tetap percaya mereka ada. Namun, lebih percaya lagi mereka ada dan lebih kuat dalam halusinasi pikiran yang kita ciptakan sendiri.

Bayangkan ketika anak kecil menangis melihat sesuatu dan tidak bisa mengatakan apakah sosok yang dia lihat. Namun apa yang terjadi pada kita yang telah disuguhi tampilan visual dari film atau gambar yang diciptakan manusia? Munculah bayangan akan superhero dari alam gaib seperti kuntilanak, genderuwo, dan superhero lainnya. Apa yang kita takutkan adalah yang kita ciptakan dari awal. Jika sejak awal kita tak pernah membayangkan akan bertemu dengan jalan sepi yang ternyata ada kuburan di sampingnya tentu akan berbeda dengan sejak awal jika kita telah sadar akan melewati jalan sepi dengan kuburan yang mistis. Perasaan takut akan muncul sejak awal, berbeda dengan rasa panik yang muncul tiba-tiba.

Analogi ini seperti seorang sarjana ilmu komunikasi yang sudah muak dengan beberapa agenda setting media dalam menciptakan opini politik, memonopoli media massa, dan kepentingan pemilik media yang sudah jauh masuk ke dalam konten media. Begitupun juga dengan sarjana ekonomi yang muak dengan perilaku bank yang meraup untung secara berlebihan dari nasabahnya. Tak heran juga ketika kita menjadi takut akan kondisi mistis karena kita sudah tahu gambaran visual akan setan dan penampakan lainnya. Yang terpenting adalah usaha untuk menenangkan situasi diri dan pikiran akan ketakutan dan halusinasi negatif. Selamat berjuang😀

Tentang ynrmslh

penutur kata . gooner layar kaca . anak muda jogjakarta
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s