Mencintai Subjek atau Momen ?

“Dia mesranya pas pedekate doang. Setahun awal pacaran sih masih. Tapi ya, lama-kelamaan jadi hambar ya. Bosen.”

Don’t try this at your relationship. Saran saya sih begitu kalo habis baca kalimat di atas. Gak banyak yang bisa mempertahankan hubungan secara berkesinambungan alias awet tahan lama. Tapi namanya aja saran, bisa aja lewat seiring angin berlalu. Jangankan mencoba, yakin sama hubungannya sendiri aja tanpa disadari bisa mengalami momen dimana hubungan terasa membosankan. Mungkin aja kurangnya komunikasi yang mendalam (alasan klasik). Eh, walaupun klasik, bisa jadi itu yang kebanyakan terjadi lho. Mengucapkan selamat pagi, selamat makan, atau selamat tidur yang merupakan kata andalan waktu pedekate harusnya sih diterusin biar berasa kayak pedekate terus. Atau, kebanyakan pribadi masing-masing yang berpacaran sudah lama, saling berasumsi bahwa “apa-apa sudah biasa”. Biasa diucapin selamat tidur, biasa ditelpon, biasa dibawain hadiah, dan yang sudah serba biasa lainnya. Karena kebiasaan itulah yang membuat persepsi masing-masing jadi “ah, sudah biasa. Biarlah, paling dia juga udah tau.” Yah, terlepas dari semua alasan dan momen yang dialami tiap individu, kali ini saya tak terlalu mahir dalam membahasnya, hahaha.

Yang saya ingin tekankan disini mungkin tentang masalah momen. Yap, momen secara eksplisit bukan hanya ditekankan sewaktu peristiwa yang menjadi kenangan indah, dan sebagainya, tapi disini momen dianggap sebagai komoditas penting (?). Mengapa? Karena momen-lah semua kenangan indah terjadi. Karena momen-lah pedekate jadi hal paling menyenangkan. Karena momen jugalah yang membuat semua hubungan yang lama sudah terikat, menjadi hambar dan putus hubungan. Lalu pertanyaannya, sebenarnya kita ini mencintai pasangan (subjek), ataukah mencintai momen??

Hipotesis mini saya, cintailah subjek lebih dalam. Maka, akan menciptakan momen yang menyenangkan. Selebihnya, cintai keduanya sebagai dua hal yang tak terpisahkan. Selamat berjuang😀

Tentang ynrmslh

penutur kata . gooner layar kaca . anak muda jogjakarta
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mencintai Subjek atau Momen ?

  1. Ian Bood berkata:

    Udah makan? *belajar PDKT*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s