Surat untuk semua cewek fans MU :)

Dear all girls,

Suatu ketika aku selalu bermimpi bisa menyukai apa yang betul-betul aku suka dari pikiran dan lubuk hatiku sendiri. Pernahkah kita sadari, orang yang kita sayangi bahkan bisa menyuplai bahan kesenangan mereka agar kita ikut-ikutan suka? Yap, apa sih yang gak kalian sadari tentang kesukaan cowok? SEPAKBOLA itu jawabannya.

Surat ini aku tulis dengan benar-benar sadar atas beberapa pengalaman yang menyertaiku beberapa saat ini. Kaum hawa seperti kita bahkan seperti tak kuasa menahan luapan ekspresi kegembiraan cowok kita yang tim idolanya menang. Hey girls, wake up.

Beberapa waktu yang lalu, ketika pertandingan sepakbola itu mulai menjamur di televisi, banyak ocehan twitter dari kaum adam, dan jenuhnya melihat headline berita dimana-mana tentang pertandingan yang hanya memperebutkan satu bola itu. Ah, akhirnya “virus tak kuasa” itu juga menerpaku. Di awal sebelum banyak pertandingan itu dimulai, aku terbujuk untuk mengikuti beberapa ocehannya. Yah, daripada gak bisa ikut nimbrung ngobrol dan badmood-lah, pikirku. Sebelum mengenalnya, aku tak tahu apa itu setan merah sang juara bertahan liga inggris. Ada dua saran darinya yang benar-benar masuk ke pikiranku saat itu.

Pertama, mengenai bagusnya liga inggris daripada liga yang lain. Yah, sampai saat ini saya masih setuju dengannya. Emang banyak tim hebat yang populer juga di kalangan cewek lain daripada liga lain yang hanya itu-itu saja. Di jalan-jalan pun banyak cewek pakai jersey tim liga inggris. Tentunya aku bisa juga menemani dia nonton bareng di “jam jam cewek” di tiap weekend. Bayangin aja kalo aku suka liga spanyol, ya kali bisa nobar tengah malem, rawan sakit pula.

Kedua tentu aja, ehm, setan merah fans dia menyebut dirinya. Die hard fans lah. Namun, dia tak pernah menyebut nama Manchester United sebelumnya. Mungkin maklum dan paham biar akunya gak dikira gaptek-gaptek amat. Katanya sih, timnya itu udah populer, bahkan di kalangan cewek. Satu lagi, momen selalu tak bersahabat ketika tim idolanya main dan dia hanya nobar bersama teman-temannya. Kabar darinya yang walau hanya sepintas, tetap bisa melegakanku ketika dia nobar. Yah, itung-itung daripada dicuekin lah. Dia hanya cerita kalo timnya itu hebat, pemainnya bagus-bagus. Jersey-nya pun aku tak tahu apa motif dan detailnya. Yang aku tahu ya, setan merah itu warna merah dominan. Akhirnya, aku pun terpaksa nonton dari rumah pake channel beinsport.

Aku ragu ketika pertandingan pertama, tim berwarna merah itu kalah di kandangnya sendiri. Yang aku ragu lagi, ekspresi lelakiku tak seperti luapan emosi kekecewaan yang berbanding terbalik ketika dia bahagia saat timnya menang. Oke, dia bijak ternyata, pikirku saat itu. Beberapa pertandingan dari weekend ke weekend pun aku tonton tim itu. Luar biasa, aku pun mulai tahu tim berjersey merah itu memang hebat dan sampai detik ini masih memimpin liga inggris. Beberapa nama pemain dan nomornya pun sampai aku hafal. Bahkan nama stadion dan pelatihnya. Fans pagenya di twitter dan FB pun mulai aku ikuti setiap saat. Aku mulai yakin dengan apa yang kusuka saat itu. Aku pun “berhasil” jatuh cinta pada tim bola yang tidak secara langsung dibujuk rayu oleh lelakiku. Tetapi di sisi lain, aku sangat heran dengan raut muka kecewa dan murungnya dia hingga saat ini.

Ternyata aku salah menduga. Tim idolanya adalah Manchester United yang sekarang masih berada di barisan tengah liga inggris. Dan yang aku ikuti dari minggu ke minggu ternyata adalah tim Arsenal. Yah, mau apalagi, jersey merah hanya jadi panduanku saat itu. Dan sekarang pun aku tahu. Lelakiku masih belum belajar bijak hanya karena tim yang kita tonton dari layarkaca. Terlalu berfantasi dan berekspektasi mungkin pantas buat menyebutnya. Dia tak beda dari teman teman cowok di timeline twitterku. Ah sudahlah, di sisi lain aku pun sudah menemukan apa yang benar-benar kita suka dari diri kita sendiri.

P.S: buat lelakiku, maaf mulai sekarang aku jadi fans Arsenal😀

Tentang ynrmslh

penutur kata . gooner layar kaca . anak muda jogjakarta
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s